Bank Indonesia Mengajar di Polije, Dorong Literasi Finansial dan Digitalisasi Pembayaran

Bank Indonesia (BI) kembali hadir dalam program Bank Indonesia Mengajar dengan tema “Perkembangan Peran dan Fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan 2025.” Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Vokasi Politeknik Negeri Jember (Polije) pada Rabu (27/8/2025).

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., yang menekankan pentingnya kesadaran finansial di kalangan mahasiswa.

“Saya ingin bertanya kepada mahasiswa, apakah kalian sudah memiliki tabungan? Kesadaran untuk menabung adalah langkah awal dalam membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyoroti pentingnya pemahaman mahasiswa terkait transformasi digital dalam sistem keuangan.

“Bank Indonesia saat ini terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Mahasiswa perlu memahami perubahan ini agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi finansial,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa literasi finansial menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Melek finansial atau literasi finansial bukan hanya tentang mengelola uang, tetapi juga tentang membangun pola pikir yang sehat dalam mengambil keputusan keuangan. Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa Polije semakin siap menghadapi tantangan ekonomi digital,” tutupnya.

Kegiatan ini menghadirkan Claresta Islamey sebagai pemateri dari Bank Indonesia. Claresta memaparkan peran strategis BI sebagai bank sentral, mulai dari menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, hingga mendorong inklusi keuangan digital. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami dinamika perekonomian global dan nasional agar lebih siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia.

Dengan kehadiran program Bank Indonesia Mengajar, mahasiswa Polije diharapkan semakin sadar pentingnya menabung, memahami digitalisasi pembayaran, dan memiliki literasi finansial yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.