Polije Dorong Penguatan Industri Durian Lokal Jember Berbasis Zero Waste

Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan program Penguatan Industri Durian Lokal Jember Berbasis Zero Waste bersama UKM Durian Rembangan Bersinar pada Juli 2025. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan durian lokal Jember.

Durian (Durio zibethinus Murr.) dikenal sebagai “raja buah” tropis dengan rasa khas dan menjadi primadona masyarakat. Kabupaten Jember sendiri tercatat sebagai salah satu sentra produksi durian terbesar di Jawa Timur dengan capaian produksi 100,2 ribu ton pada tahun 2019. Sentra utama tersebar di Panti, Garahan, Sumberjambe, Arjasa, hingga Patrang. Di Rembangan, UKM Durian Rembangan Bersinar bahkan mengelola lebih dari 500 pohon durian yang menjadi penopang ekonomi warga sekitar.

Namun, petani masih menghadapi kendala mulai dari teknik budidaya yang belum sesuai Good Agricultural Practices (GAP), pohon yang melewati usia produktif, hingga keterbatasan pemasaran.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Polije yang diketuai Hendra Yufit Riskiawan bersama anggota Dian Galuh Pratita dan Mokhamad Fatoni K melaksanakan serangkaian kegiatan, meliputi pelatihan GAP dan Good Handling Practices (GHP), teknik induksi pembungaan dengan zat pengatur tumbuh, serta pendampingan kelembagaan dalam aspek manajemen dan pemasaran.

Program ini disambut positif masyarakat. Petani aktif mengikuti pelatihan, mencoba teknologi baru, dan mulai memahami strategi modern dalam pengelolaan kebun durian. Mahasiswa yang terlibat pun memperoleh pengalaman langsung sekaligus menjadi agen perubahan di lapangan.

Ketua Tim, Hendra Yufit Riskiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa dampak nyata.

“Program ini bukan hanya memperkuat petani durian dari sisi budidaya dan kelembagaan, tetapi juga membuka jalan bagi durian lokal Jember untuk bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep zero waste menjadi prinsip utama dalam program ini.

“Kami ingin memastikan tidak ada yang terbuang, mulai dari limbah organik yang bisa diolah menjadi pupuk, hingga potensi produk turunan durian yang bernilai jual tinggi. Dengan begitu, ekonomi masyarakat bisa berputar lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

Dengan adanya program ini, durian Jember diharapkan semakin dikenal sebagai komoditas unggulan yang bernilai tambah tinggi sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan Rembangan dan sekitarnya.