
Politeknik Negeri Jember menggelar pelatihan pembuatan pupuk Polychar Plus di rumah Sholeh, Dusun Krajan, Desa Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri langsung oleh tim dosen, yaitu Ir. Sugiarto, M.P., Descha Giatri Cahyaningrum, S.P., M.P., Ni Nengah Putri A., S.P., M.P., Ramadhan Taufika, S.Si., M.Sc., dan Qanitah, S.ST., M.T.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemdes Seputih Kecamatan Mayang dengan Politeknik Negeri Jember dalam pengembangan pertanian organik. Kepala Desa Seputih, Suryadi, juga hadir bersama warga binaannya untuk mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk.
Menurut penjelasan Ir. Sugiarto, M.P., pupuk Polychar Plus dibuat dari bahan organik yang melimpah di desa, sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.
“Pupuk Polychar Plus merupakan campuran dari biochar, pupuk kandang dari kotoran domba, dan pupuk NPK dengan dosis yang dikurangi. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, petani bisa lebih mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ungkapnya.
Kepala Desa Seputih, Suryadi, menyambut baik program kolaborasi ini karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan peternak.
“Pemanfaatan limbah tanaman dan ternak, baik kotoran maupun urine, bisa diolah menjadi pupuk. Hal ini tentu mengurangi biaya produksi karena bahan bakunya murah dan mudah didapat,” jelasnya.
Selain bermanfaat bagi pertanian, Suryadi menambahkan bahwa pengolahan limbah organik menjadi pupuk juga dapat diintegrasikan dengan sektor peternakan dan perkebunan. Dengan begitu, masyarakat desa bisa menciptakan siklus pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pertanian organik yang produktif sekaligus ramah lingkungan di Kabupaten Jember.