
Suasana penuh semangat menyambut mahasiswa baru mewarnai PKKMB Gempita Politeknik Negeri Jember (Polije) 2025 yang digelar di GOR Perjuangan 45 Polije, Senin (11/8/2025). Salah satu momen spesial tahun ini adalah penampilan budaya dari mahasiswa Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan, yang sedang mengikuti program World Friends Korea-ICT Volunteering Program (WFK-ICT) 2025 bersama Polije.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KNU menampilkan empat pertunjukan berbeda yang memadukan tradisi Korea, budaya populer, sekaligus penghormatan pada identitas nasional Indonesia. Aksi mereka bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi simbol eratnya pertukaran budaya antara dua kampus lintas negara.
Pertunjukan dibuka dengan demonstrasi Taekwondo yang menampilkan kekuatan, disiplin, dan seni bela diri khas Korea. Tepuk tangan meriah menggema saat gerakan presisi dan dinamis diperagakan di hadapan ribuan mahasiswa baru. Penampilan berlanjut dengan tarian tradisional Korea yang anggun, memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus pesan pelestarian nilai tradisi.
Suasana semakin meriah saat mahasiswa KNU membawakan tarian K-Pop, budaya populer Korea yang akrab di kalangan generasi muda. Riuh sorak mahasiswa baru memenuhi GOR, menciptakan atmosfer penuh keceriaan. Penampilan ditutup dengan paduan suara gabungan, di mana para mahasiswa menyanyikan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Korea. Momen ini menjadi simbol penghormatan sekaligus persahabatan yang mengharukan.
“Melalui penampilan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi tidak hanya terjadi di ruang akademik, tetapi juga dalam berbagi budaya dan nilai,” kata Hyerim Park.
Ery Setiyawan Jullev Atmadji, S.Kom, M.Cs., Ketua Panitia PKKMB, pihak panitia PKKMB menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa KNU memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.
“Ini adalah wujud internasionalisasi Polije, di mana mahasiswa bisa belajar saling memahami dan menghargai perbedaan budaya,” jelasnya.
Acara ditutup dengan standing ovation dari ribuan mahasiswa baru yang hadir. Kolaborasi antara Polije dan KNU dalam PKKMB tahun ini menegaskan bahwa kerja sama akademik melalui WFK-ICT juga dapat menjadi jembatan diplomasi budaya, mempererat hubungan Indonesia–Korea di dalam dan luar kelas.