Mahasiswa Korea–Indonesia Kembangkan Sistem AI Deteksi Kekerasan dan Kecelakaan di Bondowoso

Upaya meningkatkan keamanan kota Bondowoso mendapat dukungan inovasi teknologi dari kolaborasi mahasiswa Korea Selatan dan Indonesia. Melalui program World Friends Korea-ICT Volunteering Program (WFK-ICT) 2025, mahasiswa Kyungpook National University (KNU) dan Politeknik Negeri Jember (POLIJE) mengembangkan Sistem Deteksi Kekerasan dan Kecelakaan Berbasis AI.

Proyek yang digarap oleh Team 2 KitaCode ini dirancang untuk menjawab sejumlah masalah krusial di Bondowoso, termasuk maraknya aksi kekerasan jalanan (klitih), tingginya angka kecelakaan lalu lintas, serta keterbatasan bukti yang kerap memperlambat respons kepolisian. Tidak hanya itu, sistem ini juga mempertimbangkan hambatan komunikasi bahasa Madura dan bahasa Indonesia dalam pelaporan insiden.

Teknologi berbasis AI YOLOv11 ini memungkinkan deteksi real-time terhadap kekerasan maupun kecelakaan. Kamera yang dipasang di titik tertentu akan merekam kejadian, kemudian data langsung dikirim ke kepolisian melalui aplikasi mobile lengkap dengan foto, video, dan laporan insiden. Untuk kekerasan, sistem juga memicu prototipe perangkat keras berbasis ESP32 dengan lampu LED dan buzzer sebagai tanda peringatan.

Dengan tingkat akurasi sekitar 82% mAP, sistem ini dinilai cukup andal untuk penggunaan di lapangan. Selain itu, tim turut mengembangkan fitur Natural Language Processing (NLP) Madura–Indonesia guna mendukung pelaporan insiden dalam bahasa lokal, sehingga lebih inklusif bagi warga.

“Melalui proyek ini, kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi bisa membantu meningkatkan keamanan masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama internasional,” ujar M. Dien Vito Alivio Hidayat, mahasiswa POLIJE sekaligus anggota tim pengembang.

Ke depan, tim berencana mengoptimalkan sistem dengan NVIDIA Jetson Orin Nano untuk mempercepat pemrosesan AI di perangkat tepi (edge AI) serta menjalin kerja sama langsung dengan Polres Bondowoso agar sistem terintegrasi ke dalam alur respons darurat resmi.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa inovasi mahasiswa lintas negara tidak hanya menghasilkan teknologi canggih, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Proyek ini sekaligus menjadi bagian penting dari agenda Bondowoso Smart City, serta inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk memanfaatkan AI demi meningkatkan keselamatan publik.