Polije Gandeng OJK dan Bank Mandiri Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa

Politeknik Negeri Jember (Polije) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Mandiri menggelar program Edukasi Keuangan dan Peningkatan Inklusi Keuangan yang dirangkai dengan pembukaan 3.200 rekening tabungan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi cerdas finansial menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., menegaskan pentingnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

“Masih banyak mahasiswa yang belum memiliki tabungan atau bahkan terjerat pinjaman online ilegal. Karena itu, literasi keuangan sangat penting untuk membangun generasi cerdas finansial. Mahasiswa perlu bijak dan berhati-hati dalam memanfaatkan layanan digital banking agar tidak terjebak pada risiko yang merugikan,” ujarnya.

Selain pembukaan rekening massal, mahasiswa juga mendapatkan materi literasi keuangan. Pihak kampus berharap mahasiswa tidak hanya memahami pengelolaan keuangan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Inggit Mawarsih Puspitasari, Asisten Direktur Senior Bank Mandiri, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Polije yang telah memfasilitasi kegiatan literasi keuangan, termasuk pembukaan 3.410 rekening mahasiswa baru. Berdasarkan survei literasi keuangan 2025, indeks inklusi meningkat dari 75% menjadi 80%, sedangkan literasi naik dari 65% menjadi 66%. Mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski pertumbuhan ekonomi Jember masih terbatas, kinerja keuangan perbankan tetap stabil dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga. Tantangan terbesar saat ini adalah fenomena gaya hidup generasi muda yang kerap kurang bijak dalam mengelola keuangan.

Melalui kegiatan ini, Polije menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan berprestasi di bidang akademik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan pengelolaan keuangan sebagai life skill yang esensial. Literasi keuangan diharapkan menjadi pondasi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi era digital sekaligus membangun kemandirian finansial di masa depan.