
Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (Jiangsu AAHVC) dan PT Haida Agriculture Indonesia resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual untuk mengembangkan upgraded version “Silk Road Farm”. Kerja sama ini bertujuan mencetak tenaga terampil di bidang peternakan berstandar internasional sekaligus mengoptimalkan potensi lokal Indonesia.
Program ini mengadopsi skema 2+2 untuk mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Unggas dan Teknologi Pakan Ternak Polije. Dua tahun pertama akan ditempuh di Polije, dilanjutkan dua tahun studi di Jiangsu AAHVC, dan diakhiri dengan magang di PT Haida Agriculture Indonesia.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing lulusan.
“Kami ingin mahasiswa Polije tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing di pasar global. Melalui kolaborasi ini, mereka akan mendapatkan pengalaman belajar lintas negara yang menggabungkan teori, praktik, dan pemahaman industri internasional,” ujarnya.
Perwakilan Jiangsu AAHVC, Tang Xianwen, menegaskan komitmennya mendukung keberhasilan program ini.
“Pertukaran pengetahuan dan teknologi antara Tiongkok dan Indonesia akan melahirkan tenaga ahli peternakan yang inovatif dan adaptif. Kami siap mendukung penuh pelaksanaan program ini,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PT Haida Agriculture Indonesia, Yang Jingyong, memastikan pihak industri akan berkontribusi langsung pada penyusunan kurikulum.
“Kami ingin lulusan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, sehingga siap bekerja dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor peternakan Indonesia,” jelasnya.
Ketiga pihak sepakat dalam satu tahun ke depan akan memperkuat koordinasi dan menyiapkan perjanjian lanjutan agar implementasi “Silk Road Farm” versi terbaru dapat berjalan optimal.