PKKMB Polije 2025 Diwarnai Kehadiran Mahasiswa Baru Asal Luar Negeri

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Jember (Polije) Tahun Akademik 2025–2026 terasa istimewa dengan hadirnya mahasiswa asing di antara ribuan mahasiswa baru. Tercatat lima mahasiswa baru dari luar negeri resmi bergabung, terdiri dari dua orang di Program Sarjana Terapan dan tiga orang di Program Magister Terapan.

Salah satunya adalah Mohamedalnour Alhafiz Mohamed Alnour Albakrey dari Sudan. Alhafiz mengaku bersyukur dapat melanjutkan studi di Polije setelah sebelumnya mengikuti program pembelajaran Bahasa Indonesia di kampus tersebut.

“Saya senang bisa bergabung dengan teman-teman mahasiswa baru di Polije. Lingkungannya ramah, dosennya baik, dan suasana belajarnya sangat positif,” ujarnya.

Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Agung Wahyono, S.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa internasionalisasi Polije telah berlangsung sejak lama melalui program student exchange dengan Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JSAV) di China. Setiap tahun, program ini melibatkan pertukaran 30 mahasiswa dari masing-masing pihak selama satu semester.

Program tersebut berkembang menjadi joint degree di sejumlah program studi, seperti Teknologi Informasi dan Manajemen Agroindustri, dengan mitra internasional antara lain Management and Science University (Malaysia), Wuxi Institute of Technology (China), dan Changqiao Institute of Mechatronics Technology (China).

Agung menambahkan, mulai Tahun Akademik 2025–2026, Polije resmi membuka kelas reguler untuk mahasiswa asing melalui program beasiswa yang mencakup pembebasan UKT serta bantuan biaya hidup.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polije untuk menjadi politeknik unggul di Asia pada 2035 dan berdaya saing ASEAN pada 2029,” tegasnya.

Kehadiran mahasiswa asing ini diharapkan dapat memperkaya interaksi akademik dan budaya di lingkungan kampus, sekaligus memperkuat posisi Polije di kancah pendidikan tinggi internasional. (hnf)