HARI KEDUA SOSIALISASI PPKPT POLIJE BANGUN BUDAYA AMAN DI KAMPUS

Memasuki hari kedua pelaksanaan Sosialisasi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), Politeknik Negeri Jember (Polije) menyajikan pendekatan yang lebih praktis dan partisipatif. Kegiatan diselenggarakan di Auditorium Vokasi Polije.

Dhyani Ayu Perwiraningrum, S.KM., M.P.H., dari tim Satgas PPKPT Polije, menyampaikan pentingnya sesi hari kedua sebagai bekal praktis bagi peserta dalam menghadapi situasi nyata.

“Kita ingin membekali peserta tidak hanya dengan pemahaman konsep, tapi juga keterampilan menangani kasus secara konkret. Melalui simulasi ini, mereka bisa melihat bahwa setiap tindakan kecil bisa berdampak besar dalam melindungi korban dan mencegah kekerasan terjadi kembali,” ujarnya.

Adapun materi yang disajikan yakni proses pelaporan dan penanganan kasus kekerasan, mulai dari identifikasi, pendampingan korban, hingga prosedur internal kampus. Diskusi studi kasus juga dilakukan dengan tujuan menggali perspektif peserta dalam menilai situasi kekerasan serta solusi yang etis dan sesuai regulasi.

Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., menekankan bahwa pendekatan partisipatif ini penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.

“Kekerasan di kampus bukan hanya isu struktural, tapi juga kultural. Dengan pelatihan berbasis kasus nyata, peserta diharapkan lebih peka dan aktif dalam menciptakan budaya kampus yang menghargai hak dan keselamatan semua pihak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun kasus kekerasan tidak selalu terlihat di permukaan, bukan berarti tidak terjadi.

“Banyak kasus yang tidak dilaporkan karena korban merasa takut atau malu. Inilah pentingnya forum seperti ini untuk membangun rasa aman dan kepercayaan terhadap sistem pelaporan yang ada,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan ajakan untuk menyebarkan nilai-nilai anti-kekerasan di lingkungan masing-masing. Peserta diimbau untuk terus menjunjung prinsip kesetaraan dan tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi kekerasan di sekitar mereka. (hnf)