
Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar sosialisasi perdana di Auditorium Vokasi Polije. Acara ini menjadi langkah awal implementasi Permendikbudristek No. 25 Tahun 2024, yang memperluas definisi kekerasan di kampus menjadi enam kategori, termasuk kekerasan verbal, fisik, hingga kekerasan berbasis daring.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran unsur pimpinan, ketua jurusan, kepala pusat dan unit, serta perwakilan mahasiswa. Ia menekankan bahwa sosialisasi ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan ramah, terlebih dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan pegawai yang berdampak pada intensitas interaksi sosial.
“Satgas PPKPT tidak hadir untuk mengawasi, tetapi untuk menemani dan menjaga agar aktivitas sosial dan akademik tetap berada dalam koridor yang sehat dan produktif,” ujar Saiful Anwar.
Ia menegaskan bahwa fungsi utama Satgas bersifat preventif dan persuasif. Bukan menghukum, melainkan membina. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai PPKPT diharapkan dapat masuk ke dalam proses pembelajaran dan kurikulum, guna memperkuat etika dan karakter mahasiswa.
Sementara itu, Prof. Dr. Muksin, S.P., M.Si., mewakili PPKPT, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk membangun kesadaran bersama tentang kompleksitas kekerasan yang terjadi di kampus.
“Sosialisasi ini menjadi respons atas fenomena gunung es kekerasan di kampus. Banyak kasus tidak terlaporkan, padahal kenyataannya kekerasan dapat melibatkan berbagai unsur, dari mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan,” jelasnya.
Satgas PPKPT Polije sendiri terdiri dari 11 anggota dari berbagai unsur sivitas akademika. Dengan pendekatan kolektif dan kolegial, mereka bertugas membangun strategi pencegahan yang efektif dan membentuk kesamaan persepsi di kalangan warga kampus.
Direktur Polije menutup sambutan dengan harapan agar seluruh aktivitas di Polije berlangsung secara harmonis, produktif, dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. (hnf)