
Setelah sukses melaksanakan panen perdana buah melon di Tefa Green House, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. M. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., melanjutkan kunjungan kerjanya ke unit Teaching Factory (Tefa) lainnya di Politeknik Negeri Jember (Polije), yakni Tefa Ice Tube.
Tefa Ice Tube merupakan salah satu unit produksi berbasis pendidikan vokasi yang telah berkembang menjadi pemasok es berkualitas untuk sektor usaha kuliner di wilayah Jember dan sekitarnya. Produk es berbentuk tabung ini diproduksi dengan standar kebersihan tinggi dan kapasitas industri, menjadikannya pilihan utama bagi banyak kafe, restoran, dan pelaku usaha minuman di kawasan Jember, Bondowoso, Situbondo, serta sejumlah wilayah lain di sekitarnya.
Dalam kunjungannya, Dr. Fauzan Adziman meninjau langsung proses produksi dan distribusi di fasilitas Tefa Ice Tube. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan produksi nyata, yang menurutnya menjadi cerminan ideal dari pendidikan vokasi berbasis Teaching Factory.
“Setiap Tefa di Polije bukan hanya menjadi ruang praktik, tapi juga pusat produksi riil yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan mitra industri. Contohnya Tefa Ice Tube ini, yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga memberi dampak langsung pada masyarakat dan dunia usaha,” ujar Dr. Fauzan.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menambahkan bahwa keberadaan Tefa Ice Tube telah memperkuat posisi Polije sebagai institusi vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri lokal.
“Kami mengembangkan Tefa berbasis potensi daerah. Ice Tube adalah salah satu produk yang sangat dibutuhkan pelaku UMKM, dan Polije hadir untuk menjawab kebutuhan itu dengan standar industri,” ujarnya.
Dengan konsep Teaching Factory yang mengedepankan prinsip produksi nyata, keterlibatan mahasiswa dalam manajemen, serta kolaborasi erat dengan mitra industri, Polije terus menunjukkan kemampuannya dalam menyiapkan lulusan vokasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Kunjungan Dirjen Risbang ke dua Tefa unggulan Polije ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi vokasi dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan keterampilan praktis di tingkat daerah. (hnf)