
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, S.H., M.HP., meninjau langsung kesiapan Politeknik Negeri Jember (Polije) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan peninjauan ini dilaksanakan di Tefa Resto Kemuning, yang digadang menjadi salah satu lokasi potensial pengembangan dapur MBG.
Dalam kunjungannya, Adik Dwi Putranto menyampaikan bahwa kebutuhan dapur MBG di wilayah Jember sangat tinggi, dengan estimasi mencapai 150 titik. Namun hingga saat ini, pelaksanaan MBG masih dalam tahap perencanaan dan identifikasi titik strategis, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan kampus vokasi seperti Polije.
“Jember butuh sekitar 150 titik MBG. Saat ini baru dua yang berjalan di luar kampus. Saya melihat Polije punya potensi besar untuk ikut berperan, apalagi fasilitas dan semangatnya sangat mendukung,” ujar Adik Dwi.
Kegiatan diisi dengan diskusi terbuka mengenai potensi peran perguruan tinggi vokasi dalam mendukung MBG, serta strategi keterlibatan dunia industri dalam membangun rantai pasok pangan bergizi. Diskusi berlangsung bersama jajaran pimpinan Polije, dosen, dan praktisi dari sektor pangan dan UMKM.
Setelah diskusi, Adik Dwi melakukan peninjauan langsung ke area dapur dan fasilitas Teaching Factory (Tefa) Resto Kemuning. Ia mengapresiasi kesiapan infrastruktur yang dimiliki Polije dan menyatakan bahwa kampus ini dapat menjadi mitra strategis untuk MBG di masa mendatang.
“Konsep yang dikembangkan Polije sudah sangat sesuai. Kolaborasinya dengan dunia industri kuat, fasilitasnya memadai, dan pendekatannya edukatif. Jika diarahkan dengan baik, Polije bisa jadi role model pelaksana MBG berbasis vokasi,” tambahnya.
Direktur Polije dalam kesempatan itu menyambut baik arahan dari Kadin Jatim dan menyampaikan kesiapan kampus untuk terus bersinergi dalam merancang model implementasi MBG ke depan, terutama yang menyasar komunitas mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki keterlibatan pendidikan vokasi dalam mendukung kebijakan strategis pemenuhan gizi masyarakat secara inklusif, sehat, dan berkelanjutan. (hnf)