
Hari kedua kegiatan Pelatihan Peningkatan Kualitas Layanan Publik bagi Pemberi Layanan yang diselenggarakan Politeknik Negeri Jember (Polije) berlangsung pada Kamis (10/07) di Gedung Jurusan Teknologi Pertanian Polije. Kegiatan ini diikuti oleh unsur front office dan administrasi dari berbagai unit di lingkungan kampus.
Salah satu peserta, Raihan Abiyyu dari Pusat Informasi dan Pelayanan Terpadu (PINTU), mengungkapkan bahwa pelatihan ini membahas berbagai situasi pelayanan yang mungkin terjadi, termasuk kondisi yang rumit dan membingungkan.
“Dalam pelatihan, kami diajak untuk memahami cara menangani situasi tricky, misalnya ketika harus menghadapi tamu langsung bersamaan dengan panggilan telepon penting. Kami dilatih agar dapat bersikap profesional dan adil dalam memberikan layanan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mencakup pre-test dan post-test sebagai alat ukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan hari kedua ini diisi oleh pemateri dari Prashanti Training Centre, yang memberikan penguatan materi pelayanan publik secara mendalam dan aplikatif. Salah satu sesi difokuskan pada etika komunikasi melalui telepon, termasuk pentingnya tetap tersenyum saat berbicara meskipun hanya melalui sambungan suara.
Sesi pelatihan juga menyertakan simulasi peran, seperti menjadi mahasiswa atau petugas layanan, untuk memperkuat pemahaman praktis dalam etika pelayanan. Beberapa tambahan tata krama diperkenalkan, termasuk gestur sopan dalam menyambut tamu, seperti sapaan ramah disertai gerakan tangan.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Dengan memperkuat kapasitas petugas layanan dalam memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel, Polije menegaskan komitmennya dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan berintegritas.
Secara keseluruhan, pelatihan ini memperkuat praktik layanan yang humanis dan responsif di lingkungan Polije, sekaligus mendukung reformasi birokrasi melalui peningkatan budaya pelayanan yang bebas dari korupsi. (hnf)