PERPISAHAN HARU DUA MAHASISWA DARMASISWA DI POLIJE, SIMBOL DIPLOMASI BUDAYA DAN PERSAHABATAN GLOBAL

Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar acara perpisahan yang penuh kehangatan bagi dua mahasiswa internasional penerima Beasiswa Darmasiswa Republik Indonesia tahun akademik 2024/2025, Senin (30/6), di Kantor Urusan Internasional. Acara ini menjadi penutup dari sepuluh bulan program pembelajaran Bahasa Indonesia dan budaya yang diikuti oleh Mohamed Alnour Alhafiz Mohamed Alnour Albakrey asal Sudan dan MD Toufik Nur Rasyid asal Bangladesh.

Kedua mahasiswa tersebut menerima sertifikat kelulusan dengan predikat “Excellent”, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, kedisiplinan, dan pencapaian luar biasa mereka selama menjalani program.

Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Polije, Agung Wahyono, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya.

“Program ini bukan hanya tentang belajar bahasa, tetapi juga tentang diplomasi budaya. Kami bangga telah menjadi tuan rumah bagi Mohamed dan Toufik, dan kami berharap mereka membawa semangat Indonesia ke mana pun mereka pergi,” ujarnya.

Kepala Unit Penunjang Akademik Bahasa, Renata, menekankan pentingnya mahasiswa internasional sebagai duta budaya negaranya.

“Setiap mahasiswa internasional, begitu juga warga Indonesia yang ke luar negeri, secara otomatis menjadi duta negaranya. Orang akan melihat dan mengingat asal negara mereka lewat perilaku, bahasa, rasa ingin tahu, dan karakter mereka. Maka penting bagi kita untuk selalu menampilkan versi terbaik dari diri kita di mana pun berada,” tuturnya.

Dosen Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), Meiga, turut mengungkapkan kesannya selama mengajar.

“Mereka sangat ingin tahu, sopan, dan antusias dalam belajar. Kehadiran mereka memperkaya suasana kelas dan membawa perspektif global ke dalam diskusi kami,” katanya.

Dalam pidato perpisahannya, Mohamed Alnour mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman belajar di Indonesia.

“Belajar di Jember adalah pengalaman yang mengubah hidup. Saya tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mendapatkan apresiasi yang dalam terhadap budaya dan keramahan Indonesia. Terima kasih, Polije, atas kesempatan yang luar biasa ini,” ungkapnya penuh haru.

Beasiswa Darmasiswa merupakan program yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, bertujuan mempererat hubungan budaya antarbangsa dengan mengundang mahasiswa asing untuk belajar Bahasa Indonesia dan budaya lokal di berbagai institusi pendidikan di tanah air.

Kini, Mohamed dan Toufik bersiap kembali ke negara asal mereka dengan membawa lebih dari sekadar keterampilan bahasa—mereka pulang sebagai duta budaya Indonesia, membawa serta kenangan manis dan jalinan persahabatan lintas bangsa.

Acara perpisahan juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya dan pemutaran video dokumentasi perjalanan mereka selama di Jember. Suasana haru terasa ketika para dosen, staf, dan teman-teman mahasiswa menyampaikan ucapan perpisahan dan doa terbaik.

Peristiwa ini bukan hanya merayakan keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi simbol dari ikatan erat antarbangsa. Polije terus mempertegas komitmennya dalam menciptakan ruang pembelajaran global yang inklusif dan penuh makna.

Dengan keberhasilan ini, Polije menegaskan posisinya sebagai institusi vokasi yang terbuka terhadap dunia, menjunjung tinggi keberagaman, serta terus membangun jembatan pemahaman dan perdamaian global melalui pendidikan. (hnf)