MAHASISWA POLIJE LUNCURKAN APLIKASI AKESIA, DIGITALISASI LAYANAN BIDAN MANDIRI BERBASIS BUKU KIA

Mahasiswa Program Alih Jenjang Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang tergabung dalam kelompok AKESIA berhasil mengembangkan sebuah inovasi digital berbentuk aplikasi mobile dan website interaktif yang ditujukan untuk mendukung pelayanan Bidan Praktik Mandiri. Aplikasi ini didesain berdasarkan sistem kerja buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan telah diuji coba di Praktik Mandiri Bidan Bunda dengan dukungan penuh dari Jurusan Kesehatan Polije.

Inovasi ini menghadirkan berbagai fitur yang mempermudah ibu hamil dan ibu dengan balita dalam mengakses layanan kesehatan, seperti pendaftaran online, integrasi data ibu dan anak, catatan digital pemeriksaan kehamilan, informasi perkembangan janin, notifikasi kontrol, hingga dokumentasi ibu dan bayi secara elektronik.

Muhammad Naufal, salah satu pengembang aplikasi, menyampaikan bahwa AKESIA dikembangkan sebagai solusi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.

“Melalui AKESIA, kami ingin menghadirkan sistem yang memudahkan ibu dalam memantau kehamilannya dan perkembangan bayinya, serta memberikan kemudahan bagi bidan dalam mencatat dan mengakses data pasien secara sistematis dan aman,” jelas Naufal.

Salah satu fitur unggulan aplikasi ini adalah fitur “Buat Janji”, yang memungkinkan ibu membuat jadwal layanan sesuai waktu yang diinginkan. Setelah diverifikasi oleh admin bidan, layanan akan dilakukan sesuai jadwal yang tercatat dalam sistem AKESIA. Bidan pun dapat langsung mencatat hasil pemeriksaan secara digital ke dalam aplikasi, memastikan kontinuitas dan keamanan data pasien.

“Manfaat aplikasi ini tidak hanya pada kemudahan membuat janji atau mengakses informasi, tetapi juga menciptakan kesinambungan data antara ibu dan bidan. Ini penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil, masa nifas, hingga tumbuh kembang bayi,” tambah Naufal.

Aplikasi AKESIA juga menjadi bagian dari transformasi digital di bidang kesehatan yang kini gencar dilakukan pemerintah. Dengan pendekatan digital, diharapkan pelayanan kesehatan di level praktik mandiri bisa lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap AKESIA dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan kematian bayi (AKB), khususnya di wilayah Jember. Inovasi ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa MIK Polije dalam mendukung digitalisasi data kesehatan nasional,” tutup Naufal.

Dengan kehadiran AKESIA, Polije sekali lagi menunjukkan kiprah nyatanya dalam menjawab tantangan zaman melalui inovasi berbasis teknologi informasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. (hnf)