SEBANYAK 12 MAHASISWA KELAS INTERNASIONAL POLIJE RESMI DIWISUDA DI CHINA

Sebanyak 12 mahasiswa dari Program Studi Manajemen Informatika Kelas Internasional Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi diwisuda dalam upacara yang mengharukan di Red Hall, Perpustakaan Changzhou Institute of Mechatronic Technology (CZIMT), Tiongkok. Wisuda ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik lintas budaya dalam program pendidikan dua kampus antara Polije dan CZIMT.

Para wisudawan yang diwisuda antara lain Atikah Nuri Hazma, Aisyah Salshabilla Siska Putri, Alfionina Dwi Rachmalia, Muhammad Rama Pradipa Wijaya, Iqbal Amin, Ari Ananda Puja Kesuma, M. Reynand Iqbal Mahendra, Arya Advicenna, Haikal Muna’amul Islam, Fitri Amalia Saqila, Moch. Adim Rizky Syah Putra, dan Ridho Aditya.

Upacara dengan tema “Youthful Dreams Take Flight” ini diawali dengan pemutaran video dokumenter dan pembacaan puisi yang menggambarkan perjalanan mahasiswa dari Indonesia ke Tiongkok—sebuah simbolisasi dari perjuangan, adaptasi budaya, dan semangat kolaborasi antarbangsa.

Presiden CZIMT, Prof. Xu Chaoshang, dalam sambutannya memberikan tiga pesan penting bagi para lulusan.

“Tetaplah bersemangat, teruslah mengembangkan kemampuan, dan bawa semangat institusi ini ke manapun kalian pergi,” ujar Prof. Xu dengan penuh kebanggaan.

Dalam momen yang mengharukan, para dosen CZIMT membawakan lagu “Hope You Are Loved by This World” sebagai persembahan khusus bagi para lulusan, mengiringi pesan simbolik agar mereka selalu dicintai dunia di mana pun mereka berada.

Perwakilan mahasiswa Indonesia, Salsabila, turut menyampaikan kesan mendalam selama menjalani studi internasional.

“Belajar di Tiongkok telah mengubah cara pandang kami. Kami belajar tidak hanya dari ruang kelas, tapi juga dari kehidupan nyata, budaya, dan persahabatan yang kami bangun,” ucap Salsabila dalam pidato perpisahannya.

“Kami akan membawa pulang bukan hanya ilmu, tetapi juga cerita tentang semangat persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok,” tambahnya dengan suara bergetar haru.

Dalam bagian acara yang penuh makna, para mahasiswa mengikuti prosesi Golden Ear Grain, di mana mereka menyerahkan bunga buatan tangan sebagai tanda penghargaan dan rasa terima kasih kepada para guru dan staf CZIMT. Selain itu, semua lulusan juga menerima digital memory archive arsip digital kenangan yang dirancang oleh staf CZIMT berisi dokumentasi perjalanan belajar mereka.

Menandai komitmen untuk membina relasi jangka panjang, CZIMT juga melantik para duta mahasiswa sebagai perwakilan alumni internasional. Langkah ini menjadi bagian dari inisiatif penguatan jejaring global antara kampus dan para alumninya.

Kerja sama antara Polije dan CZIMT sendiri dinilai sebagai wujud nyata dari pendidikan global berbasis kolaborasi. Program ini memberikan pengalaman belajar lintas budaya dan menyiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional dengan wawasan internasional.

“Ini adalah bukti bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu bersaing dan beradaptasi di kancah global,” ujar salah satu pejabat pendamping dari Polije.

Kini, para lulusan kembali ke Indonesia, bukan hanya dengan ijazah dan keterampilan teknis, tetapi juga membawa bekal nilai-nilai universal: keberanian menjelajah, ketekunan dalam belajar, dan pemahaman akan pentingnya harmoni antarbudaya. (hnf)