
Program Studi Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang reproduksi ternak melalui pelaksanaan praktik lapang di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari penguatan pembelajaran pada Mata Kuliah Teknologi Inseminasi Buatan yang menjadi mata kuliah unggulan di prodi tersebut.
Teknologi inseminasi buatan merupakan salah satu inovasi penting dalam bidang peternakan modern, khususnya pada aspek reproduksi ternak. Untuk mendukung penguasaan kompetensi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali materi di ruang kelas, tetapi juga dihadapkan langsung pada praktik lapangan guna memperdalam pemahaman dan keterampilan teknis.
Dosen pendamping kegiatan, Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si., menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam praktik penanganan dan penampungan semen di lapangan.
“Melalui praktik lapang ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung prosedur dan teknik penampungan semen, terutama dari jenis ternak unggulan seperti sapi Belgian Blue yang tidak tersedia di lingkungan kampus,” ungkap Rizki.
Beliau juga menambahkan bahwa pengalaman lapang ini sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk menjadi inseminator profesional.
“Target utama dari pembelajaran ini adalah menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki skill sesuai standar industri. Karena itu, sinergi dengan lembaga seperti BBIB Singosari sangat penting,” ujarnya.
Praktik lapang ini mencakup responsi awal di kelas mengenai teori penampungan semen, kemudian dilanjutkan dengan observasi dan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa diperkenalkan pada fasilitas modern BBIB Singosari, termasuk prosedur laboratorium dan manajemen koleksi semen dari pejantan unggul. Hal ini memperkaya wawasan mahasiswa tentang praktik industri sebenarnya yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh di lingkungan kampus.
Kerja sama strategis antara Polije dengan BBIB Singosari telah terjalin sejak lama, dibuktikan dengan adanya dokumen MoU dan berbagai program implementasi seperti magang mahasiswa dan pengembangan kurikulum bersama. Rizki menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya sebatas pada praktik lapangan semata, tetapi juga dalam penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
“Kolaborasi ini akan terus kita dorong, termasuk dalam hal upgrading kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tapi juga praktik nyata di lapangan, sehingga saat lulus mereka telah memiliki bekal keterampilan yang mumpuni,” pungkas Rizki.
Dengan adanya program praktik lapang ini, diharapkan lulusan Program Studi Produksi Ternak Polije mampu beradaptasi dan bersaing dalam dunia kerja, khususnya sebagai inseminator handal yang menguasai teknologi terkini dalam bidang reproduksi ternak. (hnf)