
Kegiatan Semanis Tani (Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Pertanian) 2025 yang diselenggarakan oleh Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi memasuki sesi inti yakni seminar umum, yang menghadirkan para pakar pertanian dari dalam dan luar negeri.
Sejumlah pemateri hadir secara daring maupun luring, antara lain Vikranth K. Chandrasekaran, Ph.D., dari University of Missouri, Tri Aris Indrayanto, S.P., M.Si., dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sumanah dari Jogja Horti Lestari, serta Dr. Ir. Nurul Sjamsijah, M.P., dari Polije.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Aris Indrayanto menilai seminar ini sebagai kegiatan yang sangat positif dan perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberi nilai edukatif yang tinggi, terutama dalam menyampaikan kondisi aktual dan tantangan sektor pangan di Indonesia kepada mahasiswa.
“Seminar ini memberikan edukasi penting kepada mahasiswa untuk memahami kondisi pangan nasional, sekaligus mendorong mereka agar siap berkontribusi setelah lulus dalam membangun sektor pangan menuju negara yang mandiri dan berdaulat secara pangan,” ujar Tri Aris.
Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas pembelajaran yang dimiliki Polije. Dirinya menilai lingkungan kampus dan sarana pendukung yang ada sudah sangat memadai dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dalam produksi maupun pengolahan hasil pertanian menjadi produk siap konsumsi.
Sementara itu, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi ilmiah tahunan yang telah memasuki tahun kelima. Seminar diselenggarakan dalam dua bentuk, yakni sesi umum dan paralel, yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.
“Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman antara mahasiswa dan praktisi pertanian. Kehadiran narasumber dari lembaga seperti Bapanas memperkaya wawasan peserta sekaligus membuka peluang kerja sama lebih lanjut,” terang Direktur Polije.
Direktur juga menyampaikan harapan besar agar sinergi antara Polije dan Bapanas dapat terus diperkuat, termasuk kemungkinan menghadirkan para ahli Bapanas sebagai pengajar praktisi di kampus. Bentuk kerja sama konkret lainnya pun diharapkan dapat segera ditindaklanjuti untuk mendukung kemajuan sektor pertanian nasional.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas akademik serta praktis, Semanis Tani 2025 diharapkan menjadi pijakan penting bagi mahasiswa Polije dalam mengembangkan peran strategis mereka di masa depan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. (hnf)