
Politeknik Negeri Jember (Polije) mengadakan rapat teknis pengembangan Kurikulum Berbasis Industri (Industry-Based Curriculum/IBC) yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan akademik dan fasilitator kurikulum.
Hadir dalam pertemuan ini Dr. Elly Kurniawati, STP., MP. selaku Fasilitator IBC; Ratih Ayuninghemi, S.T., M.Kom., Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (P4M) beserta tim; serta Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si., Ketua Jurusan Teknologi Produksi Pertanian (TP) bersama Ketua Program Studi D4 Teknologi Produksi Benih (TRP).
Dalam rapat ini, program D4 TRP resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan implementasi kurikulum berbasis industri di POLIJE. Pengembangannya akan mengacu pada kerangka kerja CDIO (Conceive, Design, Implement, Operate) yang dimodifikasi dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan Outcome-Based Assessment (OBA), guna menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
Dr. Elly menekankan bahwa kerangka CDIO sangat relevan untuk program berbasis rekayasa seperti TRP.
“CDIO mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks industri nyata,” ujarnya.
Program D4 TRP telah mengadopsi empat silabus CDIO dan berkomitmen menerapkan 12 standar CDIO sebagai langkah menuju akreditasi internasional.
Agenda penting lainnya adalah analisis urutan kurikulum, yakni penyusunan mata kuliah secara progresif sesuai kebutuhan industri dan perkembangan kompetensi mahasiswa, mencakup aspek teknis, manajerial, dan soft skill.
P4M menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi acuan bagi program studi lain di Polije dalam mengintegrasikan masukan industri ke dalam perencanaan akademik.
Sebagai tindak lanjut, disepakati pelaksanaan lokakarya lanjutan pada 2 dan 10 Juni 2025, yang akan melibatkan pemangku kepentingan eksternal guna memfinalisasi struktur kurikulum dan memastikan keselarasan hasil pembelajaran dengan tuntutan dunia kerja.
Implementasi IBC ini merupakan bagian dari strategi besar Polije untuk meningkatkan daya saing lulusan dan reputasi institusi melalui inovasi pendidikan vokasi berbasis standar global. (hnf)