PERTEMUAN PEMBUKA POLIJE DAN SS4C PERKUAT KOLABORASI UNTUK PENUHI TUNTUTAN INDUSTRI

Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar pertemuan awal dengan Benaya Victorious Jaya dari Swiss-Skill for Competitiveness (SS4C) untuk membahas peluang kolaborasi dan penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Yossi Wibisono, Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama (AKPK) Polije, Agus Riyanto, SE., M.Si., serta perwakilan Kantor Urusan Internasional, dan tim SS4C, Benaya Victorious Jaya.

Benaya menegaskan komitmennya menjembatani Polije dengan industri, termasuk mitra baru.

“Kami ingin membangun ekosistem kerja yang berkelanjutan dan inklusif bersama Polije,” ujar Benaya.

Isu peningkatan kompetensi bahasa Mandarin turut dibahas, mengingat tingginya permintaan industri global.

“Bahasa Mandarin kini menjadi kebutuhan utama di banyak sektor. Kami berharap Polije bisa menjadi pelopornya,” tambah Benaya.

Sementara itu, Dr. Yossi menyoroti pengembangan Teaching Factory (Tefa) yang masih terkendala peralatan.

“Kami berkomitmen mengembangkan Tefa sebagai jembatan antara teori dan praktik industri,” jelasnya.

Polije juga menyampaikan rencana pengembangan fasilitas seperti poliklinik, rumah sakit, dan food court, serta penggunaan pendapatan Tefa untuk meningkatkan kinerja dosen dan tenaga kependidikan.

Pusat Bisnis Internasional telah memetakan kebutuhan tenaga kerja lima tahun ke depan, termasuk keterampilan bahasa. Dari sisi keselamatan, jurusan teknik telah menerapkan standar K3 secara rutin.

Polije juga mengumumkan telah menyelesaikan Rencana Strategis 2025 hingga 2030 serta menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai bentuk akuntabilitas keuangan.

Magang sebagai solusi Tugas Akhir turut dibahas, dengan POLIJE siap mendanai kunjungan dan program magang untuk meningkatkan daya saing lulusan.

“Kolaborasi ini adalah langkah strategis mempersiapkan lulusan POLIJE menghadapi tantangan global,” tutup Dr. Yossi.

Pertemuan ini menandai komitmen POLIJE dalam memperkuat pendidikan vokasi dan meningkatkan relevansi lulusan di dunia industri. (hnf)