MAHASISWA POLIJE KEMBANGKAN APLIKASI DAMAIDIRI, SOLUSI DIGITAL UNTUK KESEHATAN MENTAL

Mahasiswa dari Politeknik Negeri Jember (Polije) menunjukkan kreativitas mereka di ranah digital dengan menciptakan sebuah aplikasi inovatif bernama Damaidiri oleh tim Infinito Technology. Tim ini berasal dari Jurusan Kesehatan, Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Polije, dan terdiri dari sekelompok mahasiswa yang berfokus pada pengembangan teknologi di bidang kesehatan.

Pengembangan Damaidiri berawal dari tugas kuliah dengan menerapkan metode pembelajaran Project-Based Learning (PBL) yang berlangsung selama empat bulan. Tugas ini menantang mahasiswa untuk menghasilkan inovasi di bidang kesehatan yang dapat mendukung proses digitalisasi. Selain sebagai bagian dari tugas akademik, aplikasi ini juga dirancang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesehatan mental, khususnya bagi kalangan mahasiswa.

Ketua tim, Ni Putu Linda, menjelaskan bahwa ide pembuatan aplikasi ini muncul dari kegelisahan yang banyak dirasakan oleh mahasiswa, seperti kelelahan mental (burnout) dan kebingungan dalam menentukan kecocokan dengan jurusan kuliah yang dipilih. Dengan latar belakang tersebut, Damaidiri hadir sebagai ruang aman yang mudah diakses, yang dapat membantu penggunanya memulai langkah-langkah menuju kesehatan mental yang lebih baik.

“Kami ingin menciptakan inovasi yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama mahasiswa. Aplikasi ini memberikan ruang untuk mencurahkan isi hati secara pribadi. Ada fitur jurnal pribadi yang memungkinkan pengguna melacak perkembangan kondisi mereka dari waktu ke waktu,” ujar Linda.

Linda juga menyampaikan bahwa aplikasi ini nantinya akan dirancang agar dapat digunakan secara luas oleh masyarakat umum. Untuk meningkatkan efektivitasnya, kolaborasi dengan para psikolog pun akan dilakukan agar manfaat aplikasinya lebih terasa secara profesional.

Dari sisi teknis, Muhammad Rafli Gutomo dari Divisi Develop menjelaskan bahwa sistem keamanan data pengguna telah diperhatikan dengan serius.

“Salah satunya yakni penggunaan kode OTP (One-Time Password) yang diperlukan setelah pengguna melakukan konsultasi dengan psikolog. Hasil konsultasi hanya bisa diakses jika kode OTP tersebut diinput oleh psikolog yang bersangkutan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa aplikasi ini masih dalam tahap proses peluncuran di Google Playstore dan akan segera dapat diunduh oleh publik begitu rilis resmi dilakukan.

Melalui karya ini, para mahasiswa vokasi dari Polije menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan nyata di masyarakat. Damaidiri menjadi bukti bahwa inovasi dari dunia pendidikan vokasi tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan sistem pendukung kesehatan mental yang lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas. (hnf)