MAHASISWA POLIJE KEMBANGKAN PASTA GIGI ALAMI DARI CANGKANG TELUR DAN DAUN SIRIH

Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menunjukkan kiprahnya dalam bidang inovasi produk ramah lingkungan. Aghitsna Naila, salah satu mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agroindustri, bersama timnya berhasil mengembangkan produk pasta gigi alami berbahan dasar cangkang telur dan ekstrak daun sirih. Inovasi ini lahir dari keinginan untuk menciptakan solusi perawatan gigi yang sehat, murah, dan berbasis limbah rumah tangga.

Produk pasta gigi ini menawarkan pendekatan berbeda dari produk komersial pada umumnya. Cangkang telur yang biasanya dianggap sebagai limbah kini dimanfaatkan karena kandungan kalsiumnya yang tinggi, sedangkan daun sirih digunakan berkat khasiat antiseptik alaminya yang sudah dikenal luas dalam budaya tradisional Indonesia.

“Keunggulan dari produk kami adalah bahan-bahannya alami. Daun sirih kami gunakan sebagai antiseptik alami yang bisa membantu menyegarkan napas, mencegah kerusakan gigi, dan menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan,” ujar Aghitsna

Tidak hanya sebagai pasta gigi, Aghitsna juga melihat potensi cangkang telur untuk dikembangkan menjadi produk scrub, mengingat teksturnya yang bisa dimanfaatkan sebagai eksfoliator alami. Timnya telah memulai kerja sama dengan beberapa pihak untuk pengadaan cangkang telur dan saat ini tengah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan skincare lokal, meskipun kerja sama tersebut masih dalam tahap koordinasi dan dibantu oleh dosen pembimbing.

“Untuk pengadaan cangkang telur, kami sudah kerja sama dengan beberapa pihak. Lalu ada rencana kolaborasi juga dengan perusahaan skincare, tapi itu masih dalam proses dan dibantu langsung oleh dosen kami,” tambahnya.

Produk ini dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp 15.000 per kemasan. Namun, saat ini pemasaran masih terbatas di wilayah Jember dan dilakukan secara langsung dari tangan ke tangan. Belum tersedia penjualan melalui platform online, meskipun potensi pasarnya cukup menjanjikan.

Meski masih dalam tahap pengembangan awal, Aghitsna dan timnya menaruh harapan besar agar produknya bisa menembus pasar lebih luas.

“Kami sangat berharap produk ini bisa mendapatkan sertifikat halal dan izin BPOM, agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai daerah dan masuk ke pasar resmi,” ujarnya.

Dengan kombinasi antara inovasi, pemanfaatan limbah, dan bahan alami, pasta gigi buatan mahasiswa Polije ini menjadi bukti bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat bersaing di tengah gempuran industri kosmetik dan kesehatan modern. Inovasi seperti ini juga menjadi wujud nyata dari penerapan prinsip zero waste dan pemberdayaan bahan lokal yang berkelanjutan. (hnf)