
Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agroindustri Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menunjukkan peran aktif dalam mengatasi persoalan gizi di masyarakat melalui inovasi pangan yang kreatif dan aplikatif. Tim Hydrope dari Jurusan Manajemen Agribisnis menghadirkan PAKCOO, sebuah produk cookies berbahan dasar sayuran pakcoy yang diformulasikan khusus sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita yang mengalami atau berisiko stunting.
Produk ini merupakan hasil dari observasi dan analisis lapangan oleh mahasiswa di Desa Wanojati, Jember. Di desa tersebut, tim menemukan sejumlah kasus stunting pada balita, yang menjadi latar belakang utama pengembangan produk ini. Melihat minimnya asupan gizi yang mudah dikonsumsi anak-anak, tim berinisiatif mengolah pakcoy menjadi bentuk yang lebih diterima anak-anak: cookies.
“Biasanya cookies tidak berbahan dasar sayur. Kami memilih pakcoy karena kandungannya kaya akan serat, kalsium, serta vitamin A, C, dan K, yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Nur Hayati, perwakilan dari tim MID22.
Ia juga menambahkan bahwa pakcoy mengandung protein dan asam folat, yang membantu perkembangan otak dan tubuh pada masa pertumbuhan anak.

PAKCOO dikemas dalam bentuk pouch ukuran 50 gram, hadir dalam dua varian rasa yang disukai anak-anak, serta memiliki tekstur crunchy di luar, lembut dan sehat di dalam. Produk ini diformulasikan dari bahan-bahan alami seperti tepung terigu, margarin, telur, gula, kismis, dan ekstrak pakcoy dengan persentase sekitar 13% dari total bahan.
Tim menyasar segmentasi utama yakni balita usia enam bulan ke atas serta ibu-ibu, khususnya yang aktif dalam kegiatan Posyandu. Produk ini diharapkan bisa menjadi pilihan makanan tambahan sehat dan menyenangkan untuk anak, sekaligus memudahkan para orang tua dalam menyiasati konsumsi sayuran harian anak-anak mereka.
“Harapan kami, PAKCOO bisa dikenal luas dan dimanfaatkan di Posyandu sebagai alternatif tambahan gizi yang menyenangkan, terutama untuk daerah dengan angka stunting yang masih tinggi,” tambah Nur Hayati.
Inovasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Project Based Learning (PBL) dan menjadi salah satu unggulan dalam Gelar Produk yang diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen Agribisnis. Produk ini juga dipersiapkan untuk diajukan dalam program kompetisi nasional seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025.
Dengan produk PAKCOO, tim Hydrope ingin membuktikan bahwa inovasi sederhana dari bahan lokal bisa menjadi solusi nyata untuk masalah kesehatan masyarakat. PAKCOO bukan hanya cookies, melainkan harapan baru untuk generasi sehat dan bebas stunting.(hnf)