
Jurusan Manajemen Agribisnis (MNA) Politeknik Negeri Jember (Polije) menyelenggarakan kegiatan “Gelar Produk Project Based Learning (PBL)” di Gedung Pendidikan Terpadu Agribisnis pada Kamis (08/05). Kegiatan ini menjadi panggung kreatifitas dan inovasi mahasiswa yang menampilkan hasil proyek lintas mata kuliah dalam bentuk produk nyata, siap jual, dan berpotensi dikembangkan secara bisnis.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., hadir dan membuka secara resmi acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis proyek yang mendekatkan mahasiswa dengan realitas dunia kerja dan dunia usaha.
“Hari ini secara seremonial dibuka gelar produk hasil dari PBL yang diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen Agribisnis. Kegiatan ini merupakan integrasi praktik dari berbagai mata kuliah, dimulai dari perencanaan bisnis hingga strategi pemasaran, yang dibimbing langsung oleh dosen,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan semangat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui tagline “Diktisaintek Berdampak”, yakni upaya menciptakan pendidikan tinggi vokasi yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
“Kita berharap ke depan mahasiswa yang terlibat akan melanjutkan passion wirausahanya melalui inkubator bisnis. Setelah lulus, mereka diharapkan menjadi wirausahawan yang mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan daerahnya,” tambahnya.
Acara yang diikuti oleh sekitar 250 hingga 300 mahasiswa ini menampilkan lebih dari 50 tenant mahasiswa, yang terdiri dari kelompok-kelompok proyek bisnis. Setiap tenant menghadirkan produk hasil dari proses pembelajaran berbasis proyek, mulai dari ide bisnis, perencanaan produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran dan penjualan langsung kepada pengunjung.

Uyun Erma Malika, S.TP., M.P., selaku Sekretaris Jurusan MNA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan luaran dari implementasi model PBL yang telah dijalankan selama satu semester. Dirinya menyebut bahwa kegiatan ini melibatkan dua program studi, yakni Diploma Tiga Manajemen Agribisnis dan Sarjana Terapan Manajemen Agroindustri.
“Proyek ini adalah hasil kolaborasi mata kuliah Manajemen Agribisnis, Produksi Tanaman Hortikultura, Perencanaan dan Pengembangan Produk, serta Sistem Manajemen Mutu. Jadi, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan produk, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana memasarkan dan menjualnya,” ujar Uyun.
Produk-produk yang dipamerkan mencerminkan berbagai hasil inovasi, mulai dari produk pangan olahan, minuman herbal, produk hortikultura segar, hingga inovasi kemasan ramah lingkungan. Para pengunjung yang terdiri dari civitas academica dan tamu eksternal juga dapat membeli langsung produk-produk tersebut, memberikan pengalaman riil bagi mahasiswa dalam menjalankan fungsi sebagai pelaku bisnis.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh secara terintegrasi, sekaligus mendorong semangat kewirausahaan yang menjadi salah satu pilar penting pendidikan vokasi. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Polije menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja. (hnf)