DOSEN POLIJE JALANI KOLABORASI RISET DI UNIVERSITY OF CÁDIZ, SPANYOL

Deyla Prajna Anindita Heru, S.T.P., M.Sc., dosen dari Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije), baru saja menyelesaikan program riset penting di Instituto de Investigación Vitivinícola y Agroalimentaria (IVAGRO), University of Cádiz, Spanyol. Program ini berlangsung dari 6 Desember 2024 hingga 6 Maret 2025, dengan fokus pada pengembangan teknologi deteksi cepat di bidang pertanian dan kimia forensik.

Tujuan utama program internasional ini adalah pelatihan dan riset terkait penggunaan alat spektrofotometri canggih untuk analisis yang cepat dan akurat. Secara khusus, Deyla bekerja dengan tiga metode analisis: Near-Infrared Spectroscopy (NIRS), Gas Chromatography-Ion Mobility Spectrometry (GC-IMS), dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Ketiga teknologi ini penting untuk mendeteksi senyawa dalam bahan pangan, produk pertanian, maupun sampel forensik.

Perjalanan risetnya dimulai dengan orientasi dan pengenalan laboratorium, dilanjutkan diskusi mendalam bersama para ahli IVAGRO. Selama beberapa minggu, ia menyiapkan dan menganalisis berbagai sampel dengan teknik tersebut, lalu memproses data masing-masing metode. Pengalaman ini memungkinkannya untuk menerapkan pengetahuan teoretis dalam praktik riset berteknologi tinggi.

“Kesempatan ini sangat berharga untuk pengembangan akademik saya. Saya belajar teknik-teknik mutakhir langsung dari para pakar internasional dan melihat bagaimana penerapannya dalam analisis pangan dan pertanian nyata. Saya berharap pengalaman ini bisa menginspirasi dosen dan mahasiswa Polije lain untuk mengejar kolaborasi riset global,” jelasnya.

Selain kegiatan ilmiah, Deyla juga berpartisipasi dalam seminar internasional yang diselenggarakan University of Cádiz. Kesempatan ini memperkaya pemahamannya tentang tren riset terkini di Eropa, sekaligus membuka jaringan dengan peneliti dari berbagai negara. Paparan internasional semacam ini dinilai sangat penting, baik untuk pengembangan akademik pribadi maupun membangun kemitraan internasional atas nama Polije.

Meski partisipasi Deyla sepenuhnya didukung departemennya, Kantor Urusan Internasional Polije tidak dapat mengajukan izin tugas luar negeri resmi (PDLN) ke Sekretariat Negara karena statusnya sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) tidak memberikan otorisasi pengajuan karena status kepegawaiannya belum disahkan secara formal oleh otoritas tertinggi institusi.

“Kami bangga dengan pencapaian dan dedikasi Deyla. Mobilitas internasional adalah bagian penting dari visi strategis Polije. Meski ada kendala administratif, keberhasilan riset ini menunjukkan bahwa dosen muda kami memiliki kemampuan dan motivasi untuk bersaing dan berkolaborasi secara global,” ujar Agung Wahyono, Ph.D., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Polije.

Keterlibatan Deyla dalam program riset ini tidak hanya menunjukkan komitmen Polije terhadap kolaborasi internasional, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai pusat inovasi dan sains terapan. Temuan dan pengalamannya diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kurikulum, bimbingan riset mahasiswa, serta kolaborasi kelembagaan di masa depan antara Polije dan pusat-pusat riset global terkemuka. (hnf)