
Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Festival Kampus Berdampak, sebuah acara yang diinisiasi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan Polije sebagai tuan rumah. Kegiatan ini berlangsung meriah di Auditorium Vokasi Polije pada Jumat (02/05), dihadiri sejumlah tokoh penting yang berbagi pengalaman dan kolaborasi bersama pihak kampus.
Hadir dalam acara tersebut Adi Wijaya, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember, serta apt. H. Muhammad Muwaffaq Zaki, S.Far., Lc., Ketua Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Nurul Ulum. Mereka menyampaikan pentingnya sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan nyata.
“Festival Kampus Berdampak ini adalah kelanjutan dari kebijakan Kampus Merdeka, dengan fokus tidak hanya pada output seperti kelulusan atau IPK, atau outcome seperti kemampuan bekerja lulusan, tetapi sudah bergeser ke impact dampak nyata inovasi kampus bagi bangsa,” ujar Surateno, S.Kom., M.Kom., Wakil Direktur Bidang Akademik Polije.
Beliau menekankan bahwa upaya kampus sejalan dengan target nasional seperti pertumbuhan ekonomi 8%, penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Modal Manusia, hingga penurunan emisi menuju Net Zero Carbon.
Polije, sebagai kampus berbasis agro, turut berperan dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Salah satu wujud konkret kontribusi ini adalah program pendampingan di 10 desa terpilih, hasil kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember.
Adi Wijaya, S.STP., M.Si., menegaskan pentingnya peran desa dalam pembangunan.
“Paradigma kita sudah berubah, dari membangun desa menjadi desa membangun. Dengan dana desa yang cukup besar, dibutuhkan pendampingan agar efektif dan terhindar dari masalah hukum,” jelasnya.
Dirinya mengapresiasi kontribusi mahasiswa Polije, terutama dalam mendampingi BUMDes di 28 desa untuk mendukung ketahanan pangan dan program nasional seperti makan bergizi gratis.
Sementara itu, apt. H. Muhammad Muwaffaq Zaki memaparkan kolaborasi Yayasan Nurul Ulum dengan mahasiswa Polije, khususnya dalam pengembangan Rekam Medis Elektronik (RME) yang kini sudah terintegrasi dengan platform nasional Satu Sehat.
“Ini bukan sekadar proyek pembelajaran, tetapi membawa dampak nyata, mendukung akreditasi, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya berharap ke depan kolaborasi meluas ke bidang teknik dan sistem, agar semakin banyak inovasi bermanfaat yang lahir dari kampus.
Festival ini menjadi bukti nyata komitmen Polije dalam mengedepankan inovasi berdampak, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi membangun masa depan bangsa. (hnf)