
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Jember (Polije) melangkah maju dengan menggelar kegiatan penandatanganan Akta Pendirian Yayasan Kasih Bunda Sustin Farlinda pada Jumat (2/5), bertempat di Sekretariat DWP Polije. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam sejarah organisasi perempuan di lingkungan kampus Polije, karena menandai dimulainya pengelolaan formal Taman Penitipan Anak (TPA) Daycare DWP Polije.
Yayasan Kasih Bunda Sustin Farlinda, yang berada di bawah naungan DWP Polije, dibentuk sebagai upaya konkret untuk mendukung kinerja para pegawai Polije, terutama bagi mereka yang memiliki anak usia pra-sekolah dan membutuhkan fasilitas penitipan anak yang aman, nyaman, dan berkualitas. Dengan keberadaan daycare ini, para pegawai diharapkan dapat bekerja dengan tenang, fokus, dan produktif, tanpa harus khawatir memikirkan pengasuhan anak selama jam kerja.
Dalam sambutannya, Direktur Polije sekaligus Pembina DWP Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan rasa bangga, hormat, dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran DWP Polije.
“Saya merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT atas keberhasilan pendirian yayasan ini. Terima kasih kepada Ibu PLT Ketua DWP Polije, para pengurus, dan seluruh anggota atas dedikasi serta kerja luar biasa mereka. Semua ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk memajukan institusi, baik secara internal maupun eksternal,” ujar Saiful Anwar.
Ia juga menegaskan bahwa pemilihan nama Yayasan Kasih Bunda Sustin Farlinda tidak didasari oleh paksaan atau pengaruh pribadi, melainkan sebagai bentuk penghormatan tulus kepada almarhumah istrinya, Sustin Farlinda, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DWP Polije.
“Nama yayasan ini adalah penghargaan untuk mengenang jasa beliau yang begitu besar bagi organisasi dan kampus ini,” tambahnya.
Menurut Saiful, DWP Polije tidak hanya berperan sebagai organisasi pendukung aktivitas internal kampus, tetapi juga terus memperluas kontribusinya melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat luas. Program daycare ini baru langkah awal, karena ke depan yayasan berencana mengembangkan kelompok bermain, pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga kegiatan sosial lainnya yang menyasar masyarakat sekitar.
“Yang terpenting adalah soliditas internal, kerja cerdas, kerja sama yang baik, serta perencanaan yang matang agar semua program dapat berjalan lancar dan bermanfaat. Jangan lupa, kita juga harus menjaga harmonisasi antaranggota, agar suasana kerja tetap kondusif dan penuh semangat,” tegas Saiful.
Sementara itu, PLT Ketua DWP Polije, yang turut hadir dalam acara penandatanganan akta, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan penuh dari pihak kampus, para anggota, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pendirian yayasan ini. Ia berharap keberadaan Yayasan Kasih Bunda Sustin Farlinda menjadi pijakan awal untuk menciptakan lebih banyak program yang menyentuh kebutuhan nyata para pegawai dan masyarakat.
Acara penandatanganan akta berlangsung hangat dan khidmat, dihadiri oleh para pengurus, anggota DWP Polije, serta sejumlah perwakilan dari manajemen kampus. Para hadirin berharap bahwa hadirnya yayasan ini dapat membawa manfaat besar, bukan hanya bagi lingkungan Polije, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan serupa.
Sebagai catatan, daycare DWP Polije akan mulai beroperasi dalam beberapa waktu ke depan, dengan fasilitas yang dirancang untuk memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan pendidikan bagi anak-anak usia dini. Program-program pendukung seperti pengasuhan kreatif, pengembangan bakat, serta edukasi dini juga tengah disiapkan sebagai bagian dari layanan daycare. (hnf)