Laporan Dampak Energi & Iklim — Politeknik Negeri Jember
POLITEKNIK NEGERI JEMBER — LAPORAN KEBERLANJUTAN
UI GREENMETRIC · ENERGY & CLIMATE CHANGE · 2025–2026

Energi yang dihemat,
iklim yang dijaga.

Bagaimana kampus Politeknik Negeri Jember mengelola listrik, membangkitkan energi terbarukan, dan menekan jejak karbon — dibaca lewat dua tema: Energi dan Konsumsi Energi Bertanggung Jawab, sebagai kontribusi nyata pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Konsumsi listrik 4.114.776 kWh/tahun
Jejak karbon 4.379,93 ton CO₂
15+ inovasi energi & iklim
82%
Rata-rata peralatan listrik kampus sudah hemat energi
Lampu LED · AC inverter · Kipas/blower hemat energi
Ringkasan

Sebagai politeknik vokasi terbesar di Jember, Polije menempatkan energi dan perubahan iklim sebagai salah satu pilar kampus berkelanjutan. Laporan ini merangkum data resmi kuesioner UI GreenMetric periode 2025–2026 melalui dua lensa: Tema Energi — bagaimana kampus menghasilkan dan menghemat listrik, serta Tema Konsumsi Energi Bertanggung Jawab — bagaimana kebiasaan, kebijakan, dan inovasi warga kampus menekan emisi gas rumah kaca. Keduanya menjadi bukti nyata kontribusi Polije terhadap SDGs 2030, khususnya energi bersih dan aksi iklim.

TEMA 01

Energi: dari atap gedung hingga saklar ruangan

Efisiensi dimulai dari hal kecil di setiap ruangan, hingga strategi besar berupa gedung pintar dan panel surya di atap kampus.

82%
Rata-rata peralatan listrik hemat energi (lampu, AC, kipas)
58,71%
Luas bangunan berstatus smart building (54.728 dari 93.216 m²)
23.484kWh
Total energi terbarukan yang dibangkitkan per tahun
0,57%
Rasio energi terbarukan terhadap total konsumsi listrik

Peralatan hemat energi di setiap ruang kelas

Pergantian bertahap ke perangkat hemat energi menyasar tiga kategori utama peralatan listrik kampus.

7.642
total titik lampu
800
unit AC
250
kipas / blower
Peralatan hemat energi Polije
Ventilasi & pencahayaan alami, LED, AC inverter, kulkas hemat energi

Proporsi peralatan hemat energi per kategori

Sumber: Data evidence UI GreenMetric EC 2.1 — Politeknik Negeri Jember, 2025
Lampu (LED)
79%
AC Inverter
96%
Kipas / Blower
72%
Smart building Polije
Gedung Teknologi Informasi — salah satu smart building Polije

Gedung pintar yang terukur, bukan sekadar label

Predikat “smart building” di Polije mensyaratkan minimal lima fitur — otomatisasi, keselamatan, energi, air, kenyamanan indoor, dan pencahayaan cerdas. Dari total luas bangunan 93.216 m², seluas 54.728 m² (58,71%) sudah memenuhi kriteria ini, mencakup Gedung Teknik, Teknologi Informasi, Teknologi Pertanian, Peternakan, hingga Auditorium dan Gedung Pascasarjana.

12
gedung dinilai
54.728 m²
luas smart building

Empat sumber energi terbarukan kampus

Panel surya menjadi tulang punggung — dipasang di atap Gedung Teknik dan Polije Autohub — dilengkapi lampu jalan tenaga surya, biogas dari kandang ternak, dan biodiesel skala institusi.

Solar PV Gedung Teknik · 10.950 kWh
Solar PV Autohub · 12.045 kWh
Biogas kandang · 365 kWh
Biodiesel · 66 kWh
Lampu jalan surya · 58,4 kWh
Panel surya atap Gedung Teknik
Panel surya atap — Gedung Teknik Polije
Instalasi biogas kandang Polije
Instalasi biogas dari kotoran ternak — kandang kampus

Konsumsi listrik & rasio energi terbarukan

Konsumsi listrik Polije pada 2025 tercatat 4.114.776 kWh, dipakai terutama untuk pencahayaan, pendingin ruangan, laboratorium, dan operasional perkantoran. Dibandingkan produksi energi terbarukan (23.484,4 kWh), rasionya baru 0,57% — sinyal bahwa efisiensi peralatan dan bangunan pintar saat ini menjadi tumpuan utama, sementara energi terbarukan terus diperluas sebagai pelengkap.

0,57%
rasio EBT
*skala arc diperbesar agar terbaca; nilai aktual tetap 0,57%
TEMA 02

Konsumsi energi yang bertanggung jawab

Menghemat energi bukan hanya soal teknologi, tapi juga kebiasaan, kebijakan, dan inovasi warga kampus yang menekan emisi gas rumah kaca.

Sumber jejak karbon kampus — 4.379,93 ton CO₂/tahun

Dihitung dengan metode UI GreenMetric (Opsi 2) dari konsumsi listrik, mobil, dan sepeda motor yang masuk kampus
Listrik3.456,41 t · 78,9%
Sepeda motor810,24 t · 18,5%
Mobil113,28 t · 2,6%
Bus kampus0 t · 0%

Dominasi emisi dari listrik menjelaskan mengapa efisiensi peralatan dan energi terbarukan menjadi dua area yang paling ditekankan dalam roadmap kampus, sementara emisi transportasi ditekan lewat kebijakan parkir berbayar dan mobilitas hijau.

Program penurunan emisi & ekonomi sirkular

Kebijakan dan fasilitas yang menekan jejak karbon sekaligus mengubah limbah menjadi sumber daya baru.

🅿️

Parkir berbayar

Membatasi kendaraan pribadi yang masuk area kampus.

🔥

Substitusi LPG dengan biogas

Biogas kandang menggantikan sebagian konsumsi gas LPG kampus.

🌱

Gebyar Go Green

Edukasi rutin bagi dosen, staf, dan mahasiswa tentang kampus ramah lingkungan.

♻️

Pengolahan sampah terpadu

Sampah kampus dipilah dan diproses secara sistematis di Polije.

🍃

Tefa Smart Green House

Rumah kaca cerdas hemat air & energi untuk riset pertanian iklim.

🧪

Pirolisis sampah

Mengubah limbah menjadi bio-oil dan biochar bernilai guna.

Ekosistem inovasi, dari 2012 hingga 2026

Sejak 2012, tercatat 15+ program dan inovasi energi-iklim lahir dari dosen dan mahasiswa Polije — sebagian besar berskala lokal, sebagian menembus level nasional dan regional.

2012
Go Green Campus

Efisiensi aktivitas belajar-mengajar berbasis kesadaran lingkungan.

2021
PLT Hybrid Surya–Angin

Dibangun di Marine Tourism Park Labuhan, Bangkalan — ±6 kWh untuk warga pesisir.

2024
Seminar Nasional Energi

Agenda tahunan mahasiswa Teknik membahas kemandirian energi Indonesia 2060.

2024
Biogas Tegalmulyo

Konversi limbah ternak warga menjadi biogas & pupuk organik.

2025
Papan Cuaca Tenaga Surya

Papan pemantau suhu, kelembapan, kualitas udara & kebisingan tanpa listrik PLN.

2025
Smart Bin berbasis IoT

Pemilah sampah otomatis dengan notifikasi kapasitas real-time.

2025
SIPIRO

Alat pengasapan ikan bertenaga surya, hasilkan pyroliquid oil.

2026
Budi Daya Maggot

Mengubah sampah organik jadi pakan ternak bernilai ekonomi.

2026
Kerja Sama PLTSa Bantar Gebang

Riset energi dari konversi sampah menjadi listrik.

2026
Electric Wheelbarrow

Gerobak listrik 500 watt untuk membantu petani mengangkut hasil panen.

Lampu jalan tenaga surya Polije
Lampu jalan tenaga surya di area kampus

Menerangi jalan kampus tanpa listrik PLN

Lampu jalan tenaga surya dipasang di sepanjang beberapa ruas jalan kampus, menyumbang 58,4 kWh energi terbarukan per tahun sekaligus menjadi contoh nyata mobilitas malam hari yang lebih hijau dan aman bagi warga kampus.

Kontribusi Keberlanjutan

Dari satu tema energi, dampaknya menjalar ke 14 dari 17 SDGs 2030

Program energi dan iklim Polije berkontribusi langsung pada SDG 7, 11, 12, dan 13 (ditandai bingkai emas), dan turut mendukung SDG 2, 3, 4, 6, 8, 9, 10, 15, 16, serta 17 — menjadikan kampus sebagai laboratorium hidup keberlanjutan.

2
Tanpa Kelaparan
3
Hidup Sehat
4
Pendidikan Berkualitas
6
Air Bersih
7
Energi Bersih
8
Pekerjaan Layak
9
Inovasi & Infrastruktur
10
Mengurangi Kesenjangan
11
Kota Berkelanjutan
12
Konsumsi Bertanggung Jawab
13
Aksi Iklim
15
Ekosistem Darat
16
Institusi Kuat
17
Kemitraan
Bingkai emas = fokus utama tema Energi & Konsumsi Bertanggung Jawab
Laporan disusun dari Evidence UI GreenMetric Questionnaire — Energy and Climate Change (EC), Politeknik Negeri Jember, periode data 2025–2026.
polije.ac.id